iklan

Untung rugi beli smartphone garansi resmi vs garansi distributor (tidak resmi).

ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Garansi Distributor resmi & Garansi Distributor, bedanya apa sih?



Untung rugi beli smartphone garansi resmi vs garansi distributor (tidak resmi). 
Garansi distributor (Non Resmi) vs garansi resmi


Mulai banyaknya vendor-vendor pembuat smartphone membuat pilihan smartphone semakin beragam, tentunya hal tersebut sangat berimbas pada persaingan harga maupun kualitas yang dibawa smartphone tersebut. Hal tersebut menguntungkan para konsumen sehingga dapat memilih sesuai budget. Namun, muncul kebingungan dari pembeli jika dihadapkan memilih ponsel garansi resmi atau distributor.

Garansi Distributor Resmi & Garansi Resmi

Suatu produk umumnya akan masuk ke suatu negara untuk dipasarkan melalui distributor yang ditunjuk oleh vendor pembuat produk tersebut.
Sebagai contoh vendor A (tam) menunjuk 3 distributor resmi untuk memasarkan produk mereka yatitu Distributor C, Distributor D, Distributor E. Garansi resmi biasanya dijual oleh Vendor A secara langsung kepada end user, makannya disebut garansi resmi dan umumnya harga produk akan lebih mahal dari Garansi Distributor. Jika kamu membeli lewat distributor resmi, kamu dapat melalukan complain ke Vendor langsung.

Garansi Distributor (Tidak Resmi)

Barang yang didatangkan oleh distributor tidak resmi bukan berarti barang palsu, replika, ataupun rekondisi. Ingat, disana ada kata “bukan berarti” yaa, yang dengan kata lain kemungkinan itu masih ada. Barang tersebut dimasukkan oleh distributor tertentu tanpa ada kerjasama dengan perwakilan vendor yang ada di Indonesia, sehingga barang yang dimasukkan oleh distributor tak resmi itu tidak mendapatkan cover garansi dari service center resmi dari vendor.

Misalnya jika kamu membeli produk Z2 yang didatangkan oleh distributor E (distributor tidak resmi), maka kamu akan mendapatkan GARANSI DISTRIBUTOR E. Jika ternyata terjadi kerusakan atau kelainan pada perangkatmu, maka kamu bisa melakukan klaim garansi pada jaringan service center yang dimiliki oleh distributor E. Namun, jika kamu ingin melakukan klaim di service center resmi vendor X, maka klaim tersebut tidak akan diterima dan kamu akan dikenakan biaya normal sesuai dengan kerusakan yang terjadi.

Tapi terkadang, service center resmi dari beberapa vendor gadget bahkan tidak mau menerima sama sekali produk yang ternyata didatangkan oleh distributor tidak resmi, bahkan jika kita bersedia membayarnya. Hal ini tentu akan sangat merugikan bagi konsumen, tapi ini baru kerugian yang pertama loh. Masih ada lagi kerugian-kerugian lainnya.

Lalu bagaimana soal kualitas barang? Seharusnya kualitas yang dimiliki dari masing-masing distributor, baik yang resmi maupun tidak resmi adalah sama karena sama-sama didatangkan dari vendor yang juga sama. Namun produk yang didatangkan oleh distributor tidak resmi biasanya bukanlah merupakan produk yang ditujukan untuk pasar Indonesia.

Misalnya produk yang dipasarkan di Indonesia secara resmi adalah produk Z2 class 1, 2 dan 3. Sedangkan distributor tidak resmi mendatangkan produk Z2 class 2, 3, 4, dan 5 dimana tiap “class” ini memiliki spesifikasi yang berbeda. Kerugiannya adalah jika kamu membeli produk Z2 clas 4 atau 5 yang sebenarnya tidak ditujukan di pasar Indonesia, maka nantinya kamu akan kesulitan ketika melakukan service karena spare part dari produk tipe tersebut tidak tersedia di service center resmi vendor X yang terdapat di Indonesia. Bahkan di pasaran bebas dalam negeri pun, spare part tersebut juga akan sulit untuk dicari. Dan ini adalah kerugian yang kedua.

Biasanya harga yang ditawarkan untuk produk yang didatangkan dari oleh distributor tidak resmi sedikit lebih murah sehingga akan menarik minat konsumen. Karena selain soal pajak dan jaringan service center, ternyata memang syarat untuk bisa mengedarkan gadget di Indonesia secara resmi atau sah itu juga cukup sulit dan berbelit, sehingga para vendor harus mengeluarkan biaya ekstra untuk itu. Salah satu syarat yang sulit itu adalah tentang aturan TKDN, yang secara tak langsung telah memaksa para vendor untuk melakukan perakitan produknya di Indonesia.

Bagi sobat yang ingin membeli smartphone keputusan ada ditangan kamu, tapi hati-hati dengan produk tiruan atau palsu ya. Semoga bermafaat.


ADSENSE 336 x 280 dan ADSENSE Link Ads 200 x 90

0 Response to "Untung rugi beli smartphone garansi resmi vs garansi distributor (tidak resmi)."

Post a Comment